Mobil Jarang Dipakai? Berikut 3 Kerusakan yang Ditimbulkan dan Cara Mengatasinya!

Mobil Jarang Dipakai? Berikut 3 Kerusakan yang Ditimbulkan dan Cara Mengatasinya!

News

29 Jul 2021

Banyaknya pekerja yang diharuskan WFH (work from home) membuat jalanan sepi dari kendaraan. Larangan untuk keluar jika tidak diperlukan dan banyaknya jalanan yang ditutup juga kian mengurangi mobilitas masyarakat. Kendaraan pun banyak yang terparkir begitu saja di rumah masing-masing dan tidak digunakan untuk waktu yang lama. Padahal terlalu lama mendiamkan mobil terparkir di garasi atau rumah karena jarang dipakai justru membuat kendaraan menjadi cepat rusak.

 

Anggapan bahwa mobil tidak akan rusak bila jarang digunakan itu salah. Faktanya, mobil yang jarang digunakan akan mengalami berbagai kerusakan bahkan dapat berimbas pada komponen-komponen krusial kendaraan. Berikut adalah beberapa kerusakan yang ditimbulkan jika mobil jarang dipakai beserta cara mengatasinya:

  1. Kerusakan Pada Aki

Akibat pertama yang akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tidak digunakan ialah terjadi kerusakan pada aki. Mobil yang jarang dipakai secara otomatis akan mengurangi kinerja aki, sebab aki yang terlalu lama dibiarkan diam maka tegangan listrik atau voltasenya bisa berkurang. Hal ini terjadi karena kabel yang menempel pada aki tetap memakan listrik dalam jumlah yang kecil. Akibatnya, mobil akan sulit dinyalakan karena adanya penurunan daya listrik.

 

Penurunan daya listrik pun berbeda-beda kondisinya, tergantung pada umur dan kualitas dari aki. Biasanya semakin tua umur aki, maka akan semakin mudah kehilangan daya untuk menyimpan cadangan listrik. Untuk menghindari kerusakan pada aki akibat jarang digunakan, disarankan untuk tetap memanaskan mobil sebanyak 3 kali seminggu. Hidupkan mesin selama 5 sampai 10 menit, usahakan sesekali jalankan mobil sebentar untuk pengisian daya listrik pada aki agar lebih maksimal. Jangan lupa untuk menyalakan AC dan mengaktifkan semua tombol elektronik. Bila mesin sudah menggunakan teknologi injeksi maka tak perlu memanaskan mesin terlalu lama.

 

  1. Tekanan Angin Pada Ban Berkurang

Mobil yang terlalu lama diparkir akan berpotensi mengalami pengurangan tekanan angin pada ban. Kondisi ini terjadi disebabkan oleh bagian ban yang menapak langsung dengan aspal menjadi rata sehingga bentuk ban tidak lagi bundar secara utuh. Akibatnya, ban mobil bisa menjadi kempes atau hilang angin dan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama diam. Bahkan, hal ini juga dapat menyebabkan kebocoran halus pada ban.

Untuk mengantisipasi berkurangnya tekanan angin pada ban maka anda dapat menjalankan mobil selama beberapa saat, seperti maju-mundur atau keluar-masuk garasi secara rutin. Upayakan agar posisi pelek dan pentil selalu berubah tumpuannya. Dengan melakukan hal tersebut, tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata sehingga ban tidak terlalu lama bertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.

 

  1. Bahan Bakar dan Oli Mengendap

Dengan membiarkan mobil terlalu lama diam maka sirkulasi bahan bakar dan oli dapat mengendap dikarenakan tidak adanya tekanan. Apalagi iklim di Indonesia yang tropis membuat udara mudah lembab dan menimbulkan embun pada tangki serta saluran bahan bakar. Jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu yang lama, akibatnya bahan bakar akan tercampur air sehingga mengurangi kualitasnya. Selain itu, hal ini juga berpotensi memunculkan karat pada tangki atau saluran bahan bakar yang terbuat dari besi. Untuk mobil yang menggunakan biodiesel maka akan menimbulkan efek endapan yang dapat menyumbat saluran bahan bakar.

 

Agar terhindar dari masalah kerusakan ini, maka dianjurkan untuk sering memanaskan mobil agar bensin dan oli tidak mengendap dan menghambat asupan bahan bakar pada mesin. Ketika memanaskan kendaraan juga dianjurkan untuk mengecek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster. Anda juga harus rajin memeriksa dan mengganti filter secara berkala agar bensin atau bahan bakar tersaring serta bersih dari partikel kotoran serta karat.

 

Itulah beberapa kerusakan yang dapat timbul jika mobil jarang dipakai. Mungkin terkesan sepele tapi membiarkan mobil lama tidak diam atau tidak digunakan akan berakibat buruk terhadap kendaraan anda. Tentunya anda tidak ingin kendaraan kesayangan anda rusak bukan? Tenang anda tidak perlu khawatir. Meski di tengah pemberlakuan PPKM darurat yang kian membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat, beberapa dealer dan bengkel Honda resmi masih tetap beroperasional untuk melayani pelanggan lho.

 

Yuk rawat mobilmu secara teratur! Tidak hanya performa kendaraan yang dapat terjaga, namun keselamatan juga menjadi hal yang utama. Mobil anda mengalami kerusakan? Ingin melakukan service berkala di saat PPKM darurat? Cukup hubungi Customer Care Honda Arta Cikupa di nomor telepon 021-2202-8899 atau whatsapp kami untuk informasi lebih lanjut terkait produk Honda dan berbagai layanan terbaik dari kami lainnya:

 

Honda Arta Cikupa

Jl. Raya Serang Km 14.5

Desa Dukuh, Cikupa

Kabupaten Tangerang

Telp (021) 22028899

Booking 0813-9850-6874 (WA Only)

Emergency 0811-8899-052

www.honda-arta.com

 

Sumber:·       

Berita & Event Lainnya

Bagi setiap pemilik kendaraan, servis berkala merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan jika ingin kondisi kendaraannya tetap terjaga dan tahan lama. Biasanya setelah selesai melakukan servis berkala, jika Anda mengecek…
Honda HR-V merupakan salah satu produk favorit para pengguna setia Honda. Bahkan pada bulan Januari hingga November tahun 2020 kemarin, Honda HR-V masuk ke dalam 10 besar mobil terlaris di…
Kesuksesan Honda menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia tentunya tidak terlepas dari kerja keras para pendirinya yakni Soichiro Honda dan Takeo Fujisawa. Tidak seperti Soichiro yang dikenal masyarakat…